Sebelum menikmati kemedekaan seperti sekarang ini kita harus menyadari kita pernah dijajah negara belanda dan jepang dengan kurun waktu kurang lebih tiga setengah abad. Untuk menempuh pendidikan saat jaman penjajahan begitu susah didapat kalaupun dapat pendidikan yang diberikan penjajah hanya demi kepentingan mereka, sehingga pengaruhnya sangat dirasakan baik dari segi militer, ekonomi, budaya, maupun dari segi perundang udangan. Maka dari itu admin sengaja mengangkat tofic pendidikan di indonesia sebelum kemerdekaan.

Secara garis besar pendidikan di indonesia sebelum kemerdekan digolongkan 3 periode yakni  pendidikan yang berdasarakan keagamaan. pendidikan berlandaskan atas kepentingan penjajah dan pendidikan dalam rangka merebut kemerdekaan.

  • Pendidikan berdasarkan atas keagamaan

Pendidikan berdasarkan atas keagamaan meliputi beberapa agama yakni sebagai berikut

1. Pendidikan Hindhu-Budha

Pendidikan Hindhu _ budha mengalami kejayaan pada abad 14 sampai dengan abad ke 16  masehi. Awal perkembangan sistem hindhu – budha ini dilakukan di biara-biara atau pedepokan. Seiring perkenmbangannya pendidikan yang diajarkan bukan hanya terbatas  pada keagamaan saja melainkan meliputi sastra, fisafat, ilmu pengetahuan, ilmu negara, serta hukum.Kerajaan-kerajaan hindu pada tanah jawa poly melahirkan empu dan  pujangga besar  yang melahirkan karya-karya seni yang bermutu tinggi. Di masa, itu pendidikan mulai tingkat dasar hingga taraf tinggi dikendalikan sang para pemuka agama. Pendidikan bercorak Hindu-Budha semakin pudar dengan jatuhnya kerajaan Majapahit di awal abad ke 16, dan  pendidikan dengan corak Islam pada kerajaan-kerajaan Islam datang menggantikannya.

Baca juga: Berita Pendidikan Sebagai Media Untuk Anak

2. Pendidikan islam

Pendidikan di indonesia berlandaskan ajaran agama Islam dimulai semenjak kedatangan para saudagar berasal Gujarat India ke Nusantara di abad ke-13. Kehadiran mereka mula-mula terjalin melalui hubungan teratur menggunakan para pedagang dari Sumatra serta Jawa. Ajaran islam mula-mula berkembang pada kawasan pesisir, sementara pada pedalaman agama Hindu masih bertenaga. Didapati pendidikan kepercayaan  Islam di masa prakolonial pada bentuk pendidikan di surau atau langgar, pendidikan di pesantren, dan  pendidikan pada madrasah.

3. Pendidikan Katolik dan Kristen-Protestan

Pendidikan Katolik berkembang mulai abad ke-16 melalui orang-orang Portugis yang menguasai malaka. Pada usahanya mencari rempah-rempah buat dijual di Eropa, mereka menyusuri pulau-pulau Ternate, Tidore, Ambon, dan  Bacan. Pada pelayarannya itu, mereka selau disertai misionaris Katolik-Roma yang berperan ganda sebagai penasihat spiritual pada bepergian yg jauh serta penyebar agama pada tanah yang didatanginya. Lalu Belanda menyebarkan agama Kristen-Protestan serta mengembangkan sistem pendidikannya sendiri yg bercorak Kristen-Protestan. Untuk anda yang mengalami kendala biaya pendidikan kami memberikan solusinya melalui pinjaman tanpa jaminan

4.  Pendidikan pada zaman VOC

Pendidikan di indonesia Sebagaimana bangsa Portugis sebelumnya, kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia di abad ke -16 mula-mula buat tujuan dagang dengan mencari rempah-rempah menggunakan mendirikan VOC. Misi dagang tadi kemusian diikkuti oleh misi penyebaran kepercayaan  terutama dilakukan dengan mendirikan sekolah-sekolah yang dilengkapi asrama buat para siswa. Pada sana diajarkan kepercayaan  Kristen-Protestan menggunakan bahasa pengantar bahasa Belanda, serta sebagian memakai bahasa Melayu. Di awal abad ke-16, VOC mendirikan sekolah pada pulau-pulau Ambon, Banda, Lontar, dan  Sangihe-Talaud. Pada periode berikutnya, didirikan jua sekolah-sekolah menggunakan jenis dan  tujuan yg lebih majemuk. Pendirian sekolah-sekolah tersebut terutama diarahkan buat kepentingan mendukung misi VOC pada Nusantara

pendidikan di indonesia

5. Pendidikan pada zaman kolonila Belanda

Pudarnya VOC di akhir abad ke-18 menandai masa datangnya zaman kolonial Belanda. Sistem pendidikan diubah dengan menarik garis pemisah antara sekolah Eropa serta sekolah Bumiputera. Sekolah Eropa diperuntukkan bagi anak-anak Belanda dan  anak-anak orang Eropa di Indonesia, sedangkan sekolah-sekolah bumiputera strata dan  prestisenya lebih rendah diperuntukkan bagi anak-anak bumiputra yang terpilih. Mulai akhir abad ke-19 serta sampai dasawarsa awal abad ke-20, forum-forum pendidikan di Indonesia sangat beragam, meliputi SD, sekolah menengah, sekolah raja, sekolah petukangan, sekolah kejuruan, sekolah-sekolah spesifik buat perempuan   Eropa serta pribumi, sekolah dokter, perguruan tinggi hukum, dan  perguruan tinggi teknik. Buat mengimbangi pendidikan Belanda, pada periode ini berdiri juga lembaga-lembaga pendidikan bercorak keagamaan dan  kebangsaan sang Muhamadiyah, taman siswa, INS kayutaman, Ma’arif dan  perguruan Islam lainnya.

 

One comment on “pendidikan di indonesia sebelum kemerdekaan digolongkan 3 periode

[…] Baca juga:pendidikan di indonesia sebelum kemerdekaan digolongkan 3 periode […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *